Ingat Gempa Mentawai Tahun 2010? Tsunami Menyapu Pulau dan Desa Didalam,  Ratusan Orang Tewas - Tribunmanado.co.id

Sejumlah bangunan di Siberut, Sumatera Barat, mengalami rusak ringan pengaruh gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo yang mengguncang Kepulauan Mentawai. Melainkan, belum ada laporan korban jiwa dalam momen hal yang demikian.
“Hasil asesmen permulaan dilaporkan ada kerusakan ringan pada bangunan di Pulau Siberut berupa retakan di dinding gedung dan sebagian komponen langit-langit,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Senin (29/8).

Abdul menerangkan sentra gempa bumi berada di 0.99 LS, 98.53 BT atau 161 kilometer barat laut kepulauan Mentawai pada kedalaman 10 kilometer. Judi Bola Sbobet

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempabumi hal yang demikian tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa bumi itu dirasakan cukup kuat sekitar 3-5 detik oleh warga Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Selain itu, wilayah yang menikmati gempabumi ini meliputi Siberut Utara (V-VI MMI), Tuapejat, Painan (III-IV MMI), Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok dan Solok Selatan (II-III MMI),” terang dia.

Ia mengatakan tim Badan Penanggulangan Petaka Tempat (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah turun ke lapangan untuk menjalankan monitoring, asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Abdul menerangkan hasil monitoring BMKG, sudah terjadi tiga kali gempabumi berkekuatan di atas M 5 di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Gempa pertama dengan magnitudo 5,2 pada pukul 00.04 WIB yang berpusat di 1.00 LS dan 98.58 BT pada kedalaman 14 kilometer.
Guncangan hal yang demikian sempat dirasakan selama kurang lebih 2-3 detik di Kecamatan Siberut Barat. Melainkan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan.

Gempa selanjutnya terjadi pada pukul 05.34 WIB yang berkekuatan magnitudo 5.9 berpusat di 1.04 LS dan 98.55 BT pada kedalaman 11 kilometer.

Guncangan gempa 5.9 magnitudo itu dirasakan lemah selama 2-3 detik di Kecamatan Sipora Utara dan dirasakan kuat selama 2-3 detik di Kecamatan Siberut Barat.

“Warga Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat sempat mengevakuasi secara mandiri ke daratan yang lebih tinggi setelah menikmati guncangan gempa hal yang demikian,” tuturnya.
Abdul mengimbau supaya warga tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan demi mengantisipasi potensi gempabumi susulan. Warga diminta memperhatikan penempatan barang-barang besar di dalam rumah supaya tidak menghambat penghuni saat evakuasi keluar rumah.

“Kewaspadaan ini terutama diimbau untuk masyarakat yang berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Siberut Utara, Tuapejat, Painan, Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok dan Solok Selatan,” katanya.